Ass wr wb
Saya hanya mencoret coret lembar kosong ini untuk menyalurkan opini siswa smp yang akan melaksanakan UN 5 mei nanti.
Saya hanya ingin mengatakan kenapa harus diciptakan UN? Dengan standar barunya Standar Internasional. Saya ingin membahas dari awal terlebih dahulu.
UN katanya sih diciptakan untuk mengukur kemampuan seorang siswa dan disamaratakan agar tidak terjadi kecurangan perbedaan tingkat kesulitan soal saat ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya. Pertanyaanya sih gini aja, soal UN disamain tapi kenapa pendidikanya berbeda2? Oke jika itu dianggap kesalahan perbedaan pendidiknya, kalo begitu kenapa bukan pendidiknya aja yang bikin soal untuk anak didiknya masing masing? Kan dia yang lebih tau anaknya kemampuanya sebesar apa dan patut diberikan nilai berapa.
Katanya sih un diadain biar masuk ke sekolah selanjutnya dengan tingkat kesulitan soal yang sama dan gak ada yang lebih mudah atau lebih susah soalnya jadi gak terjadi kecurangan. Kalo begitu kenapa gak sekolah itu aja yang ngadain tes sendiri dengan dibiayain pemerintah sebagai ganti dari un. Toh jumlah kertas nya sama dan biayanya juga pasti sama seperti un. Jadi sekolah di daerah daerah yang pendidikanya belum maju pun bisa memberikan soal kepada calon didiknya sepantasnya.
Lalu saya mendengar ada yang mengatakan bahwa tahun ini un distandarkan internasional. Ini yang paling tidak saya mengerti apa sebabnya. Kami diajar melalui program nasional. Dan diuji dengan ujian nasional. Lalu kenapa berstandar internasional? Bukankah kalian juga yang menghilangkan "Rintisan Sekolah Berstaraf internasional" Kami? Saya bisa memaklumi mengapa program RSBI dihilangkan. Tetapi mengapa diujikan kembali dengan standar INTERNASIONAL?
Selanjutnya saya pernah mendengar ada beberapa siswa yang bunuh diri sebelum atau sesudah un. Bahkan saya pernah mendengar ada siswa yang takut tidak lulus dan bunuh diri karena pelajaran yang menurut saya sangat tidak penting. Saya tau kita harus mencintai negara sendiri, bahasa sendiri. Tapi sedari kecil saya berbicara dengan bahasa indonesia. Dan saya sangat menyayangkan pelajaran bahasa indonesia, sampai sekarang saya masih tidak tau apa yang diajarkan disana dan tidak ada di Internet. Rata rata tugas bahasa indonesia saya didapatkan dari Internet. Lalu? Asudahlah.
Selanjutnya saya akan membahas bakat dan minat. Jaman sekarang jurusan sudah menjalar kemana mana. Saya tidak tau kapan aljabar dipakai oleh seorang pelukis. Saya tidak tau kapan syaraf manusia dipakai oleh seorang pilot. Saya tidak tahu kapan rumus newton dan sebagainya dipakai di dalam hukum. Kita semua berbeda. Contoh seperti ini, coba bapak kepala kemdikbud jawab soal UN untuk mencapai sekolah unggulan. Jika tidak bisa jangan katakan "itu bukan bidang saya" DIKIRA ITU BIDANG KAMI? Huft
Selanjutnya bukankah ujian nasional hanya membuat calon calon tikus semakin cerdik? Dengam semakin susahnya celah menyontek. Mereka akan semakin terbiasa sampai besar nanti. Dan bisa dipikir sendiri.
Ini hanyalah coretan anak SMP jangan dimasukin pikiran, apalagi hati. Dimasukin ke catatan rapat kemdikbud aja
Wasalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar